• gambar
  • gambar
  • GAMBAR S

Selamat Datang di Website SMP NEGERI 3 SOKARAJA. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SMP NEGERI 3 SOKARAJA

NPSN : 20301970

Jl.Brawijaya Banjaranyar Sokaraja Banyumas


[email protected]

TLP : 6445014


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 1251532
Pengunjung : 42428
Hari ini : 1
Hits hari ini : 15
Member Online : 0
IP : 216.73.216.24
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

GIGI EMAS




GIGI EMAS

Oleh: Bunda Nina

 

Sore itu suasana nampak mendung. Seperti biasa, Risa pulang sekolah naik angkot. Saat dia naik, sudah ada 2 penumpang yang duduk di bangku bagian samping. Di bangku paling belakang nampak seorang nenek yang duduk sambil memangku bakul yang terbuat dari anyaman bambu. Entah berisi apa bakul itu. Mulutnya tak henti-hentinya bergerak seperti sedang mengunyah sesuatu. Sedangkan di samping sopir ada 1 orang penumpang.  Risa mendapat tempat duduk di dekat pintu, di belakang sopir. Untunglah ia memakai jaket, jadi walaupun duduk di dekat pintu, dia tidak merasa kedinginan.

 

Baru beberapa menit angkot melaju, hujan turun dengan derasnya. Risa menggeser tempat duduknya agar tidak terkena hujan. Ia pun duduk mendekati arah pojok.

 

“Wah, kok bau wangi sekali ya?” tanya seorang penumpang yang gemuk pada teman yang duduk di dekatnya.

 

“Ah, aku enggak bau apa-apa kok,” kata si teman yang berambut keriting itu. Risa sendiri tidak mencium bau wangi seperti yang dikatakan oleh penumpang tersebut.

 

Angkot pun terus melaju di tengah guyuran hujan.

 

“Kiri, kiri Pak Sopir!” seru penumpang yang gemuk.

 

Sang penumpang gemuk bersama temannya pun turun. Sekarang di bagian belakang tinggal Risa dan nenek tua yang duduk di pojok. 

 

Begitu hampir sampai di tujuannya yaitu pasar, Risa siap-siap untuk turun. Risa pun membuka ransel untuk mengambil dompet. Namun, betapa terkejutnya, setelah menengok ke arah pojok belakang. Ternyata si nenek sudah tidak ada di tempat duduknya. Seingatnya, setelah 2 orang penumpang turun saat hujan, tidak ada lagi yang turun. Seketika itu bulu kuduknya berdiri. Kemana perginya si nenek? Kapan turunnya?

 

Begitu mobil berhenti di pasar, penumpang di samping sopir turun. Namun tidak dengan Risa. Karena penasaran dengan sang nenek tadi, ia pun bertanya pada sopir, “Pak, apa Bapak tadi lihat nenek tua yang ikut naik?”

 

“Kenapa dek?” Pak sopir balik bertanya.

 

“Itu, itu…’” jawab Risa dengan nada takut.

 

“Oh itu, ya, saya tahu. Orang menyebutnya Nini Piyik,” jawab Pak Sopir.

 

“Dia sering muncul saat sore hari. Bahkan beberapa orang mengaku sering melihatnya,” katanya terlihat datar.

 

“Saya juga tidak tahu di mana dia turun,” tambahnya lagi.

 

“Waah, jadi tambah merinding nih, dengar cerita Pak Sopir,” kata Risa.

 

“Terima kasih Pak,” kata Risa sambil membayar ongkos. Ia pun turun dengan kaki gemetar dan 1000 pertanyaan.

 

Pak sopir menerima uang dari Risa dan segera memasukkan dalam dompet. Namun, betapa terkejut saat  menengok ke arah kiri tempat duduknya. Sudah ada seorang nenek yang  duduk di sampingnya dengan senyum memperlihatkan gigi emasnya.

 

#Cermin (Cerita Mini)




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas